Kamis, 01 Maret 2012

TUGAS GEOGRAFI : SDA UDARA (XI IPS2) -'ASPA COLLECTION'

MAKALAH GEOGRAFI SUMBER DAYA ALAM UDARA



DI SUSUN OLEH :
Indora Putri AsyafiraNisa (07)
Istina Dwwi lestari (10)
Jela Anentasari (13)
Nastiti  Laras Putrri (31)
Nidya Iga Gitdharsha (33)





SUMBER DAYA ALAM UDARA
Sumber Daya Alam adalah semua kekayaan bumi, baik biotik maupun abiotik yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia, misalnya: tumbuhan, hewan, udara, air, tanah, bahan tambang, angin, cahaya matahari, dan mikroba (jasad renik).
PENGERTIAN ATMOSFER
Atmosfer adalah lapisan udara yang terdiri atas beberapa gas yang dipertahankan oleh gravitasi bumi dan digunakan untyuk melindungi bumi dari serangan luar. Udara kering pada atmosfer mengandung gas nitrogen kiurang lebih 78%, atmosfer semakin ke atas cenderung berubah menjadi atom atom gas.
Bagian-bagian atmosfer yang di selidiki adalah sebagai berikut :
1. Atmosfer bagiaan bawah diselidiki dengan alat synopsis secara langsung misalnya thermometer, barometer, barograph dan lain lain.
2. Atmosfer bagian atas di selidiki dengan alat alat berikut
-Balon yang di lengkapi dg meteograf (alat pencacat temperature, tekanan, dan basah udara).
-Balon yang di lengfkapi dengan radio tapi dengan radio sonde y7ang dapat memancarkan hasil penyelidikan mengenai temperature, tekanan dan legas udara ke permukaan bumi.
Lapisan-lapisan Atmosfer
Lapisan-lapisan atmosfer bumi terdiri dari :
Troposfer
•    Lapisan terbawah dari atmosfer bumi
•    Terletak pada ketinggian 0 – 18 km di atas permukaan bumi.
•    Memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi
•    Terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim
•    80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat pada lapisan ini
•    Memiliki ciri khas : suhu (temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, suhu (temperatur) udara menurun sebesar ± 0,5°C
Stratosfer
•    Terletak pada ketinggian antara 18 – 49 km dari permukaan bumi.
•    Ditandai dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian.
•    Tidak ada lagi uap air,awan ataupun debu atmosfer
•    Pesawat-pesawat yang menggunakan mesin jet terbang pada lapisan ini.
Mesosfer
•    Terletak pada ketinggian antara 49 – 82 km dari permukaan bumi.
•    Merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya.
•    Ditandai dengan penurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter
•    Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -81°C,
Termosfer/Ionosfer
•    Terletak pada ketinggian antara 82 – 800 km dari permukaan bumi.
•    Tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek
•    Kenaikan temperatur dapat berlangsung mulai dari – 100°C hingga ratusan bahkan ribuan derajat celcius
•    Lapisan yang paling tinggi dalam termosfer adalah termopause
•    Temperatur termopause konstan terhadap ketinggian, tetapi berubah dengan waktu karena pengaruh osilasi
Eksosfer/Desifasister
•    Terletak pada ketinggian antara 800 – 1000 km dari permukaan bumi
•    Merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi
•    Merupakan tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan
•    Disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner.
Berdasarkan Jenis dan Kondisi Gas

KANDUNGAN ATAU KOMPOSISI YANG TERDAPAT DI LAPISAN UDARA
Nitrogen sebesar 78,17 %
Oksigen sebesar 20,97 %
Argon sebesar 0,98 %
Karbon dioksida sebesar 0,04 %
Dan sisanya adalah gas lain seperti Kripton, Neon, Xenon, Helium dll.

Di antara siklus udara, dapat di kelompokkan dalam berbagai siklus, antara lain :
1. Siklus Nitrogen (N2)
Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat / petir.
Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ion nitrit (N02-), dan ion nitrat (N03-).

Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar Legum dan akar tumbuhan lain, misalnya Marsiella crenata. Selain itu, terdapat pula bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp. (ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen.
Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia. Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri. Amonia ini akan dinitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus sehingga menghasilkan nitrat yang akan diserap oleh akar tumbuhan. Selanjutnya oleh bakteri denitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali, dan amonia diubah menjadi nitrogen yang dilepaskan ke udara. Dengan cara ini siklus nitrogen akan berulang dalam ekosistem.
2. Siklus Fosfor
Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah).
Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Siklus ini berulang terus menerus.

3. Siklus Karbon dan Oksigen
Di atmosfer terdapat kandungan COZ sebanyak 0.03%. Sumber-sumber COZ di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap pabrik.
Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk berespirasi.
Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan membentuk batubara di dalam tanah. Batubara akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar C02 di udara.
Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, COz yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah C02 di air.

ya.. itulah penjelasan mengenai pengertian siklus biogeokimia, semoga mudah dipahami dan bisa bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan.
Udara masih berhubungan dengan atmosfer , sifat-sifat atmosfer antara lain :
a. Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak dapat dirasakan kecuali bentuk angin.
b. Dinamis dan elastis atau dapat mengembang atau mengerut.
c. Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi.
d. Mempunyai berat sehingga memiliki tekanan.
Dalam siklus udara ini, komponen cuaca dan iklim juga saling berhubungan. Di bawah ini adalah unsur cuaca dan iklim, antara lain :
1.Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatudaerah adalah:
a.Lama penyinaran matahari.
b.Sudut datang sinar matahari.
c.Relief permukaan bumi.
d.Banyak sedikitnya
Dalam siklus udara ini, komponen cuaca dan iklim juga saling berhubungan. Di bawah ini adalah unsur cuaca dan iklim, antara lain :

2.Tekanan Udara
Kepadatan udara tidak sepadat tanah dan air. Namun udarapun mempunyaiberat dan tekanan. Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masaudara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendahapabila semakin tinggi dari permukaan laut
3.Kelembaban Udara
Di udara terdapat uap air yang berasal dari penguapan samudra (sumberyang utama). Sumber lainnya berasal dari danau-danau, sungai-sungai,tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Makin tinggi suhu udara, makin banyakuap air yang dapat dikandungnya. Hal ini berarti makin lembablah udaratersebut.
4.Curah Hujan
°5.Awan
Awan ialah kumpulan titik-titik air/kristal es di dalam udara yang terjadi karenaadanya kondensasi/sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awanyang menempel di permukaan bumi disebut
kabut.
Menurut morfologinya (bentuknya)Berdasatkan morfologinya, awan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1)Awan Commulus
2)Awan Stratus
3)Awan Cirrus
6.Gejala – gejala optik di atmosfer
1. PELANGI
Apabila setelah turun hujan, udara kembali cerah dan sinar matahari dapat sampai di permukaan bumi, sering kita lihat adanya pelangi, dengan berbagai busur warna di udara yang lebih kita kenal dengan sebutan MEJIKUHIBINIU yaitu: merah, jingga (orange), kuning, hijau, biru, nila (indigo) dan ungu (violet).
Pelangi terjadi karena sinar matahari jatuh pada titik-titik air hujan, yang mengakibatkan berkas sinar matahari tersebut dibiaskan dan dipantulkan menjadi spectrum warna (spectrum radiasi) oleh titik air hujan.
 
2. HALO
Halo adalah lingkaran sinar putih disekeliling bulan atau matahari, namun yang sering kita lihat adalah halo bulan karena pada waktu malam langit terihat gelap. Halo sangat jelas terlihat ketika bulan bersinar terang setelah sore herinya terjadi hujan.
Halo terjadi karena sinar bulan menembus Kristal-kristal es yang terdapat pada awan yang tinggi (6.000 – 12.000 m diatas permukaan air laut) seperti awan Cirrus, Cirrostratus dan Cirrocumulus, sehingga sinar bulan dibiaskan oleh Kristal-kristal as tersebut.
 
3. AURORA
Yaitu cahaya yang bersinar pada malam hari di langit sekitar wilayah lingkaran kutub (cahaya kutub). Aurora yang bersinar di kutub utara dinamakan AURORA BOREALIS, sedangkan yang bersinar di kutub selatan dinamakan AURORA AUSTRALIS.
Proses aurora terjadi di lapisan  IONOSFERA (termosfera bagian bawah) sebagai akibat pengobaran (pemijaran) ion-ion yang bermuatan listrik oleh partikel-partikel radiasi matahari yang memiliki energy sangat tinggi, sehingga dari bumi tampak sebagai cahaya kutub.
 
7. Angin
Perbedaan tekanan udara di beberapa tempat menimbulkan aliran udara. Aliran ini berlangsung dari tempat dari tekanan udaranya tinggi ketempat tekanan udaranya rendah. Udara yang mengalir inilah yang disebut angin
Arah dan kecepatan angin dapat diketahui  dengan bermacam-macam cara, antara ;lain dengan bendera angin. Besarnya kecepatan angin dapat ditentukan dengan alat yang disebut anemometer.
Kecepatan angin ditentukan oleh hal-hal sebagai bnerikut :
a. Gradien Barometrik
Adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan udara melalui 2 garis isobar yang dihitung untuk tiap-tiap 111 km 1°  diequator.
b. Hukum Stevensoon
Kecepatan angin bertiup berbanding lurus dengan gradient barometriknya. Semakin besar gradient barometriknya semakin besar kecepatannya.
c. Relief permukaan bumi
d. Ada tidaknya phon-pohon yang tinggi dan lebat
Kecepatan an gin menetukan kekuatan angin. Makin cepat angin berger ak , maka akan semakin kuat.
 Matahari mempengaruhi penerimaan panas matahari
Temperatur udara adalah tingkat atau derajat panas dari kegiatan molekul dalam atmosfer yang dinyatakan dengan skala Celcius, Fahrenheit, atau skala Reamur.
Perlu diketahui bahwa suhu udara antara daerah satu dengan daerah lain sangat berbeda. hal ini sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.
       a). Sudut Datangnya Sinar Matahari
Sudut datang sinar matahari terkecil terjadi pada pagi dan sore hari, sedangkan sudut terbesar pada waktu siang hari tepatnya pukul 12.00 siang. Sudut datangnya sinar matahari yaitu sudut yang dibentuk oleh sinar matahari dan suatu bidang di permukaan bumi. Semakin besar sudut datangnya sinar matahari, maka semakin tegak datangnya sinar sehingga suhu yang diterima bumi semakin tinggi. Sebaliknya, semakin kecil sudut datangnya sinar matahari, berarti semakin miring datangnya sinar dan suhu yang diterima bumi semakin rendah.

b). Tinggi Rendahnya Tempat
Semakin tinggi kedudukan suatu tempat, temperatur udara di tempat tersebut akan semakin rendah, begitu juga sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu tempat, temperatur udara akan semakin tinggi. Perbedaan temperatur udara yang disebabkan adanya perbedaan tinggi rendah suatu daerah disebut amplitudo. Alat yang digunakan untuk mengatur tekanan udara dinamakan termometer. Garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama disebut Garis isotherm. Salah satu sifat khas udara yaitu bila kita naik 100 meter, suhu udara akan turun 0,6 °C. Di Indonesia suhu rata-rata tahunan pada ketinggian 0 meter adalah 26 °C. Misal, suatu daerah dengan ketinggian 5.000 m di atas permukaan laut suhunya adalah 26 °C × -0,6 °C = -4 °C, jadi suhu udara di daerah tersebut adalah -4 °C. Perbedaan temperatur tinggi rendahnya suatu daerah dinamakan derajat geotermis. Suhu udara rata-rata tahunan pada setiap wilayah di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan tinggi rendahnya tempat tersebut dari permukaan laut.
c). Angin dan Arus Laut
Angin dan arus laut mempunyai pengaruh terhadap temperatur udara. Misalnya, angin dan arus dari daerah yang dingin, akan menyebabkan daerah yang dilalui angin tersebut juga akan menjadi dingin.
d). Lamanya Penyinaran
Lamanya penyinaran matahari pada suatu tempat tergantung dari letak garis lintangnya. Semakin rendah letak garis lintangnya maka semakin lama daerah tersebut mendapatkan sinar matahari dan suhu udaranya semakin tinggi.
Sebaliknya, semakin tinggi letak garis lintang maka intensitas penyinaran matahari semakin kecil sehingga suhu udaranya semakin rendah. Indonesia yang terletak di daerah lintang rendah (6 °LU – 11 °LS) mendapatkan penyinaran matahari relatif lebih lama sehingga suhu rata-rata hariannya cukup tinggi.
e). Awan
Awan merupakan penghalang pancaran sinar matahari ke bumi. Jika suatu daerah terjadi awan (mendung) maka panas yang diterima bumi relatif sedikit, hal ini disebabkan sinar matahari tertutup oleh awan dan kemampuan awan menyerap panas matahari. Permukaan daratan lebih cepat menerima panas dan cepat pula melepaskan panas, sedangkan permukaan lautan lebih lambat menerima panas dan lambat pula melepaskan panas. Apabila udara pada siang hari diselimuti oleh awan, maka temperatur udara pada malam hari akan semakin dingin. (AN's)
Jenis jenis iklim
Iklim matahari
Pembagian daerah iklim matahari berdasarkan letak lintang adalah sebagai berikut.
Daerah iklim tropis
Iklim Tropis terletak antara 0° - 23½° LU dan 0° - 23½° LS. Ciri – ciri iklim tropis adalah sebagai berikut :
Suhu udara rata – rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20° - 23° C. Bahkan dibeberapa tempat suhu tahunannya mencapai 30°C.
Amplitudo suhu rata – rata tahunan kecil. Di khatulistiwa antara 1° - 5° C, sedangkan amplitudo hariannya besar.
Tekanan udara lebih rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan.
Hujan banyak dan umumnya lebih banyak dari daerah lain di dunia.
Daerah iklim subtropis
Iklim subtropis terletak antara 23½° - 40° LU dan 23½° - 40° LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Ciri – ciri iklim subtropis adalah sebagai berikut:
Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis dan iklim sedang.
Terdapat empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musin dingin. Tetapi pada iklim ini musim panas tidak terlalu panas dan musim dingin tidak terlalu dingin.
Suhu sepanjang tahun tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Daerah subtropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah Iklim Mediterania. Jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut Daerah Iklim Tiongkok.
Daerah iklim sedang
Iklim sedang terletak antara 40° - 66½° LU dan 40° - 66½° LS. Ciri – ciri iklim sedang adalah sebagai berikut :
Banyak terdapat gerakan – gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah – ubah, arah angin yang bertiup berubah – ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba – tiba.
Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
Iklim fisis
Iklim fisis adalah berdasarkan fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan.
Iklim fisis terdiri dari :
Iklim laut (Maritim)
. Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:
Suhu rata-rata tahunan rendah
Amplitudo suhu harian rendah/kecil
Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil
Banyak awan
Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40ยบ , yaitu sebagai berikut :
Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil
Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.
Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:
Amplitudo suhu tahunan besar
Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah
Iklim Dataran Tinggi
Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:
Amplitudo suhu harian dan tahunan besar
Udara kering
Iklim Gunung
Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:
Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi
Terdapat di daerah sedang
Iklim Musim (Muson)
Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan
Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau
Iklim menurut koppen
Pembagian Iklim Menurut Dr. Wladimir Koppen
Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.
Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
• suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C,
• suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C,
• curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, dan
• tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam.
Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
• Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa);
• Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar;
Iklim C atau iklim sedang. Ciri-cirinya adalah suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.
Iklim D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
Iklim E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
Dari kelima daerah iklim tersebut sebagai variasinya diperinci lagi menjadi beberapa macam iklim, yaitu:
Daerah iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut:
(1) Af = Iklim panas hujan tropis.
(2) As = Iklim savana dengan musim panas kering.
(3) Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering.
(4) Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar.
Daerah iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu:
(1) Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan iklim lembab dari iklim A, C, dan D.
(2) BW = Iklim gurun.
Daerah iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu:
(1) Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak panas kering.
(2) Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan sejuk.
(3) Cf = Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan.
Daerah iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu:
(1) Dw = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering.
(2) Df = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
Daerah iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu:
(1) ET = Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0( sampai 10(C.
(2) Ef = Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi.
Perlu Anda ketahui bahwa menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af, Aw, Am, C, dan D.
Af dan Am= terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan utara, seperti Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara.
Aw= terdapat di Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia seperti daerah-daerah di Nusa Tenggara, Kepulauan Aru, dan Irian Jaya pantai selatan.
C = terdapat di hutan-hutan daerah pegunungan.
D = terdapat di pegunungan salju Irian Jaya.
Iklim menurut Schmidt ferguson
Sistem klasifikasi iklim ini banyak digunakan dalam bidang kehutanan dan perkebunan serta sudah sangat dikenal di Indonesia.
Kriteria yang digunakan adalah dengan penentuan nilai Q, yaitu perbandingan antara bulan kering (BK) dan bulan basah (BB) dikalikan 10% (Q = BK / BB x 100%).
Klasifikasi ini merupakan modifikasi atau perbaikan dari sistem klasifikasi Mohr (Mohr menentukan berdasarkan nilai rata-rata curah hujan bulanan selama periode pengamatan). BB dan BK pada klasifikasi Schmidt-Ferguson ditentukan tahun demi tahun selama periode pengamatan yang kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya.
Kriteria bulan basah dan bulan kering (sesuai dengan kriteria Mohr) adalah :
1.   Bulan Basah (BB)
     Bulan dengan curah hujan > 100 mm
2.   Bulan Lembab (BL)
     Bulan dengan curah hujan antara 60 – 100 mm
3.   Bulan Kering (BK)
     Bulan dengan curah hujan < 60 mm
Iklim menurut oldeman
Klasifikasi iklim yang dilakukan oleh Oldeman didasarkan kepada jumlah kebutuhan air oleh tanaman, terutama pada tanaman padi. Penyusunan tipe iklimnya berdasarkan jumlah bulan basah yang berlansung secara berturut-turut.

Iklim menurut junghun
Pembagian Iklim Menurut F. Junghuhn
Berdasarkan hasil penyelidikan Junghuhn pembagian daerah iklim di Jawa ditetapkan secara vertikal sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan. Perhatikan pada gambar di bawah ini.
Menurut Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut
Daerah panas/tropis
Tinggi tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
Daerah sedang
Tinggi tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.
Daerah sejuk
Tinggi tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.
Daerah dingin
Tinggi tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya.
Manfaat dari udara
untuk menggerakan perahu layar menelusuri nusantara, bahkan untuk menembus batas lintas negara, misalnya seperti Orang Buton.
sebagai tenaga listrik pengganti bahan bakar diesel atau batubara, di negara Australia angin digunakan sebagai tenaga listrik pengganti bahan bakar diesel atau batubara.
untuk perjalanan para nelayan pulang dan pergi.
berfungsi sebagai instrument untuk membantu take-off atau landing pesawat di landasan pacu bandara.
untuk menghilangkan rasa panas dan gerah. seperti pada alat kipas angin.
TURBIN ANGIN atau Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) adalah kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik.
Turbin angin ini pada awalnya dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi, keperluan irigasi, dll. Turbin angin terdahulu banyak dibangun di Denmark, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya dan lebih dikenal dengan Windmill.
Kini turbin angin lebih banyak digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat, dengan menggunakan prinsip konversi energi dan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu angin. Walaupun sampai saat ini pembangunan turbin angin masih belum dapat menyaingi pembangkit listrik konvensional (contohnya: PLTD, PLTU, dll), turbin angin masih lebih dikembangkan oleh para ilmuwan karena dalam waktu dekat manusia akan dihadapkan dengan masalah kekurangan sumber daya alam tak terbaharui (Contohnya: batubara, minyak bumi) sebagai bahan dasar untuk membangkitkan listrik.
Udara juga dapat digunakan untuk Pemadam kebakaran
DAMPAK DARI UDARA
Berikut ini beberapa mekanisme biologis bagaimana  polusi  udara mencetuskan gejala penyakit:
1. Timbulnya reaksi radang/inflamasi pada paru, misalnya akibat PM atau ozon.
2. Terbentuknya radikal bebas/stres oksidatif, misalnya PAH(polyaromatic hydrocarbons).
3. Modifikasi ikatan kovalen terhadap protein penting intraselular seperti enzim-enzim yang bekerja dalam tubuh.
4. Komponen biologis yang menginduksi inflamasi/peradangan dan gangguan system imunitas tubuh, misalnya golongan glukan dan endotoksin.
5. Stimulasi sistem saraf otonom dan nosioreseptor yang mengatur kerja jantung dan saluran napas.
6. Efek adjuvant (tidak secara langsung mengaktifkan sistem imun) terhadap sistem imunitas tubuh, misalnya logam golongan transisi dan DEP/diesel exhaust particulate.
7. Efek procoagulant yang dapat menggangu sirkulasi darah dan memudahkan penyebaran polutan ke seluruh tubuh, misalnya ultrafine PM.
8. Menurunkan sistem pertahanan tubuh normal (misal: dengan menekan fungsi alveolar makrofag pada paru).
Pengelolahan
Pengelolaan dan Pengendalian Pencemaran Udara Proses yg diterapkan untuk mengolah emisi gas dan debu, adakah alat treatment utk mengurangi pencemaran udara Peralatan yg digunakan dan kapasitasnya, sumber yg menghasilkan limbah gas serta kapasitas limbahnya Lokasi cerobong dan dampaknya terhadap lingk sekitar, Masalah perizinan yg berkaitan dg pembuangan emisi gas Usaha untuk mengurangi kebisingan, getaran dan bau. Pemantauan kualitas emisi gas, debu, kebisingan, getaran baik didalam pabrik maupun di luar pabrik. Masalah bau atau kebauan di sekitar pabrik (dapat pula dilakukan cek silang thd masy. sekitar (data sekunder), dilakukan secara terpisah dg kegiatan inspeksi ke industry
Bencana yang di akibatkan dari udara antara lain :
Pemanasan global Angin Wambrow Biak
Angin Kumbang Cirebon Angin Bahorok Sumatra (Deli)
Angin Brubu Makasar Angin Gending Pasuruhan

TUGAS GEOGRAFI : SDA TANAH (XI IPS3) -'ASPA COLLECTION'

MAKALAH GEOGRAFI
SUMBER DAYA ALAM TANAH


Di Susun Oleh :
Novena Putri (03/XI IPS3)
Patnawati wulandari(07/XI IPS3)
Rinta ratnasari (16/XI IPS3)
Rizky Aulia S (18/XI IPS3)
Sinta Kurnia D (22/XI IPS3)

SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL
 YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2011 - 2012

SUMBER DAYA ALAM TANAH

1. Pengertian
adalah bagian terluar dari bumi (kerak bumi) yang terjadi akibat pelapukan batuan maupun makluk hidup yang mati dan membusuk. Karena pengaruh cuaca maka jasad tersebut menjadi lapuk, dan kemudian mineralnya terurai (terlepas) yang menyebabkan tanah menjadi subur.
2. Perbedaan tanah dengan lahan
Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi.
Lahan Bahasa Inggrisnya disebut land, lahan merupakan lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Yang dimaksud dengan lingkungan fisis meliputi relief atau topografi, tanah, air, iklim. Sedangkan lingkungan biotik meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia. Jadi kesimpulannya pengertian lahan lebih luas daripada tanah.
3. Manfaat Tanah
Sebagai tempat tinggal
Sebagai sumber penghidupan
Di jual untuk kepentingsn lain
Bahan baku untuk pengembangan usah (kerajinan dari tanah liat )
Sebagai lahan pertanian
Sebagai penyedia kebutuhan primer dan sekunder
Sebagai habitat bioma tanah

4. Macam – macam tanah
A. Tanah Subur
Tanah terdiri  dari tanah vulkanik, podzolik, dan aluvial. Jenis tanah subur terdapat di Pulau jawa, Nusa Tenggara dan sebagian kalimatan.
Ciri – ciri Tanah Subur
teksturdanstrukturtananyabaik,(butir-butirtanahnyatidakterlalubesardantidakterlalukecil)
banyakmengandunggaram yang bergunauntukmakanantumbuh-tumbuhan
banyakmengandung air untukmelarutkangaram-garaman.

    B. Tanah kurang subur
Tanah kurang subur terdiri dari tanah pasir, gambut, dan tanah kapur. Jenis tanah ini terdapat di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi
C. Tanah Tidak Subur
Yaitu tanah yang tandus karena mengalami proses pencucian oleh air hujan.Contoh jenis tanah tidak subur laterit , tanah jenis ini terdapat di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi.
Ciri – ciri Tanah Tidak subur
Keras tidak gembur, banyak bebatuan dan bercadas
Akibat kerusakan Tanah
Erosi
disebabkan oleh pemilihan dan penerapan teknologi yang salah tanpa memeperhatikan nilai-nilai ekologi. mengakibatkan merosotnya produktivitas tanah, menurunnya daya dukung tanah untuk memproduksi hasil pertanian dan terganggunya nilai keseimbangan lingkungan hidup.
Teknik Budi Daya
Teknik budi daya yang salah yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip konservasi tanah dan air akan mempercepat rusaknya tanah pertanian.
Pembukaan Hutan Yang Kurang Terencana
Kerusakan hutan erat kaitannya dengan berrkurangnya daya dukung lingkungan yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah areal bukaan baru pertanian.
Pencemaran Tanah
pencemaran tanah pun merupakan akibat kegiatan manusia. Pencemaran tanah bisa disebabkan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian.
Perusakan hutan
Akibat dari hutan yang rusak dapat mengurangi daya serap tanah dan mengurangi kemampuannya dalam menampung dan menahan air, sehingga tanah mudah tererosi.
Proses kimiawi dan proses mekanis air hujan
Air hujan yang turun sangat deras dapat mengikis dan menggores tanah di permukaannya sehingga bisa terbentuk selokan.daerah yang tidak bervegetasi, hujan lebat dapat menghanyutkan tanah berkubik-kubik. Air hujan dapat pula menghanyutkan lumpur sehingga terjadi banjir lumpur.

5. Jenis – jenis tanah
1. Tanah Organosol
Tanah ini terjadi akibat pelapukan bahan-bahan organik. Tanah ini biasanya bersifat subur. Organosol terbagi menjadi 2 yaitu :
Tanah Gambut merupakan tanah hasil pembusukan yag tidak sempurna dari di daerah yang kadang-kadang tergenang oleh air (rawa). Tanah ini kurang baik untuk pertanian karena sifatnya yang terlalu basah (tergenang air). Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah kalimantan Barat, Pantai timur sumatera, dan pantai selatan Barat Papua.
Tanah Humus merupakan tanah hasil pembusukan bahan-bahan organik yang mempunyai sifat sangat subur. Tanah ini berwarna kecoklatan dan cocok di tanami tanaman padi, kelapa, dan nanas. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.


2. Tanah Vulkanik
Tanah ini terjadi akibat pelapukan abu vulkanik dari gunung berapi. Tanah jenis ini dibagi menjadi 2, yaitu :
Regosol merupakan tanah dengan ciri ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu sampai kuning dan sedikit berbahan organik. Jenis tanah ini sangat cocok untuk menanam tanaman palawija seperti ketela, jagung dll. Tanah ini banyak terdapat di daerah Sumatera, Jawa, dan Papua.
Latosol merupakan tanah dengan ciri-ciri mempunyai warna merah hingga kuning. Kandungan bahan organiknya sedang. Jenis tanah ini cocok untuk menanam tanaman palawija, padi ketela dll. Tanah latosol banyak di jumpai di daerah Sumatera, Jawa, Bali, dan Papua.

3. Tanah Aluvium (aluvial)
Tanah aluvium merupakan tanah yang diendapkan dari hasil erosi di dataran rendah. Jenis tanah ini mempunyai ciri-ciri berwarna kelabu dan subur Tanaman yang cocok ditanam di tanah jenis ini adalah palawija, tebu,kelapa, tembakau dll. Tanah jenis ini banyak ditemukan didaerah Sumatera bagian timur, Jawa bagian utara dan kalimantan bagian selatan dan barat.
4. Tanah Podzol
Tanah ini terbentuk akibat curah hujan yang tinggi dan suhunya yang rendah. Tanah ini mempunyai ciri-ciri yaitu miskin akan unsur hara, tidak subur dan berwarna merah sampai kuning. Tanah jenis ini cocok untuk tanaman kelapa dan jambu mente. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah dataran tinggi jawa barat, sumatera, maluku, kalimantan dan puapua.
5. Tanah Laterit
Tanah Laterit merupakan tanah hasil cucian, kurang subur karena kehilangan unsur hara dan tandus. Awalnya tanah ini subur, namun karena unsur haranya dilarutkan oleh air maka menjadi tidak subur. Warna tanah ini kekuningan sampai merah dan cocok untuk tanaman kelapa dan jambu mente. Tanah jenis ini banyak terdapat di daerah Jawa Tengah. Lampung, Jawa Barat.
6. Tanah Litosol
Tanah litosol adalah hasil pelapukan batuan beku dan batuan sedimen yang baru terbentuk sehingga mempunyai butiran yang besar. Ciri-ciri tanah jenis ini adalah miskin akan unsur hara dan mineralnya masih terikat pada butiran yang besar-besar. Tanah litosol kurang subur sehingga tanaman yang cocok dengan tanah ini adalah tanaman-tanaman yang besar di hutan. Jenis tanah ini banyak terdapat di Sumatera, jawa , maluku, dan nusa tenggara.
7. Tanah Kapur
Tanah kapur merupakan jenis tanah akbiat dari pelapukan batuan kapur. Je\nis tanah ini dibagi menjadi 2, yaitu :
Renzina merupakan tanah hasli pelapukan batuan kapur di daerah dengan curah hujan tinggi. Tanah ini mempunyai ciri-ciri berwarna hitam dan miskin akan unsur hara. Tanah renzina banyak terdapa di daerah kapur gunung kidul (yogyakarta).
Mediteran merupakan tanah dari hasil pelapukan batuan kapur keras dan bauan sedimen. Warna tanah ini kemerahan hingga coklat. Jenis tanah ini Cocok untuk tanaman palawija.
8. Tanah pasir
 merupakan tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku dan batuan sedimen dengan butiran sangat kasar dan berkerikil. Jenis tanah ini banyak di jumpai dimana-mana.
9. Tanah  liat
Adalah tanah  yg  mengandung  lempung  (65%) , butir-butirnya sangat halus , sehingga rapat dan sulit menyerap air. Tanah liat banyak terdapat  didaratan rendah di Pulau Jawa dan Sumatra.
10. Tanah grumusol atau margalith
 tanah yang terbentuk dari material halus berlempung. Jenis tanah ini berwarna kelabu hitam dan bersifat subur, tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, NusaTenggara, dan Sulawesi Selatan. Tanaman yang tumbuh di tanah grumusol adalah padi, jagung, kedelai, tebu, kapas, tembakau, dan jati.




6. Lapisan Tanah




Keterangan :
Horizon  O   : Humus atau sama dengan lapisan tumbuhan
Horizon  A1: Adanya  aktifitas biologis seperti cacing,athropoda.
Horizon  B   : Lapisan mineral seperti tanah liat
Horizon  C   : Bebatuan yang belum  mengalami  proses pelapukan
Horizon  R   : Bebatuan  menjadi tanah



7. Komposisi Tanah

Secara umum komposisi tanah terdiri dari empat komponen utama yaitu
Bahan  Mineral  45%
Bahan  Organik 5%
Udara 25%
Air Tanah 25%
Kadar komposisi tanah ini nantinya akan  berpengaruh terhadap bentuk, warna, tekstur dan kesuburan  tanah. Contohnya untuk tanah  dengan  tekstur lempung berdebu (tanaman tumbuh dengan baik diatasnya) tersusun atas 25%,  25% air, 455 bahan mineral, 5% bahan organik.
8. Proses terbentuknya tanah
Proses Pembentukan Tanah :Tanah berasal daripelapukan batuandengan bantuan organisme, membentuk tubuh unik yang menutupi batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai
pedogenesis
. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yangterdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagaihorizon tanah. Setiap horizonmenceritakan mengenai asal dan proses-prosesfisika,kimia, dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.Hans Jenny(1899-1992), seorang pakar tanah asalSwisyang bekerja diAmerika Serikat, menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan induk yang telahmengalami modifikasi/pelapukan akibat dinamika faktoriklim,organisme  (termasuk manusia), dan relief permukaan bumi (topografi) seiring denganberjalannyawaktu. Berdasarkan dinamika kelima faktor tersebut

9. Cara mengolah tanah

1. Memberi pupuk / pemupukan sesuai dengan jenis tanah baik pupuk kandang
maupun pupuk buatan.
2. Membuat saluran irigasi untuk pengairan sawah yang jauh dari mata air.
3. Membuat sengkedan untuk mencegah erosi tanah.
4. Menjaga tanah dari penggunaan zat / bahan-bahan kimua yang merugikan.
5. Menanami lahan yang gundul untuk membantu terjadinya erosi.
6. Melakukan rotasi tanaman alias gonta-ganti jenis tanaman yang ditanam pada suatu bidang tanah.
7. Melaksanakan penghijauan dengan cara memberi humus pada tanah.
8. Memelihara cacing tanah dalam tanah untuk membantu menggemburkan tanah.
9. Tidak membuang sampah sembarangan di tanah.
10. Siklus Batuan
Siklus batuan menggambarkan seluruh proses yang dengannya batuan dibentuk, dimodifikasi, ditransportasikan, mengalami dekomposisi, dan dibentuk kembali sebagai hasil dari proses internal dan eksternal Bumi. Siklus batuan ini berjalan secara kontinyu dan tidak pernah berakhir. Siklus ini adalah fenomena yang terjadi di kerak benua (geosfer) yang berinteraksi dengan atmosfer, hidrosfer, dan biosfer dan digerakkan oleh energi panas internal Bumi dan energi panas yang datang dari Matahari.

Kerak bumi yang tersingkap ke udara akan mengalami pelapukan dan mengalami transformasi menjadi regolit melalui proses yang melibatkan atmosfer, hidrosfer dan biosfer. Selanjutnya, proses erosi mentansportasikan regolit dan kemudian mengendapkannya sebagai sedimen. Setelah mengalami deposisi, sedimen tertimbun dan mengalami kompaksi dan kemudian menjadi batuan sedimen. Kemudian, proses-proses tektonik yang menggerakkan lempeng dan pengangkatan kerak Bumi menyebabkan batuan sedimen mengalami deformasi. Penimbunan yang lebih dalam membuat batuan sedimen menjadi batuan metamorik, dan penimbunan yang lebih dalam lagi membuat batuan metamorfik meleleh membentuk magma yang dari magma ini kemudian terbentuk batuan beku yang baru. Pada berbagai tahap siklus batuan ini, tektonik dapat mengangkat kerak bumi dan menyingkapkan batuan sehingga batuan tersebut mengalami pelapukan dan erosi. Dengan demikian, siklus batuan ini akan terus berlanjut tanpa henti.

Dari kesimpulan diatas, jika kita hubungkan siklus batuan dengan sedimentologi, maka batua sedimen itu bisa berasal dari batuan apa saja, baik itu batuan beku, batuan metamorf, ataupun batuan sedimen itu sendiri




TUGAS GEOGRAFI : SDA ENERGI SURYA (XI IPS1) -'ASPA COLLECTION'

ARTIKEL SUMBER DATA ALAM
ENERGI MATAHARI


Disusun oleh:
Abdi Xtama               (o2)
Alex Lukman            (04)
Diah Putri S.             (19)
Faisda Aninda M.K (29)
Fakhrizal Ahmad    (30)

SMA N 1 BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA

Pengertian sumber daya alam energi matahari:
Sumber daya energi matahari yang bermanfaat bagi kehidupan manhusia.
Struktur dan lapisan matahari:


Matahari memiliki enam lapisan yang masing-masing memiliki karakteristik tertentu.Keenam lapisan tersebut meliputi inti Matahari, zona radioaktif, dan zona konvektif yang membentuk lapisan dalam (interior); fotosfer; kromosfer; dan korona sebagai daerah terluar dari Matahari.
1. Inti Matahari
Inti adalah area terdalam dari Matahari yang memiliki suhu sekitar 15 juta derajat Celcius (27 juta derajat Fahrenheit). Berdasarkan perbandingan radius/diameter, bagian inti berukuran seperempat jarak dari pusat ke permukaan dan 1/64 total volume Matahari. Kepadatannya adalah sekitar 150 g/cm3. Suhu dan tekanan yang sedemikian tingginya memungkinkan adanya pemecahan atom-atom menjadi elektron, proton, dan neutron. Neutron yang tidak bermuatan akan meninggalkan inti menuju bagian Matahari yang lebih luar. Sementara itu, energi panas di dalam inti menyebabkan pergerakan elektron dan proton sangat cepat dan bertabrakan satu dengan yang lain menyebabkan reaksi fusi nuklir (sering juga disebut termonuklir).Inti Matahari adalah tempat berlangsungnya reaksi fusi nuklir helium menjadi hidrogen. Energi hasil reaksi termonuklir di inti berupa sinar gamma dan neutrino memberi tenaga sangat besar sekaligus menghasilkan seluruh energi panas dan cahaya yang diterima di Bumi Energi tersebut dibawa keluar dari Matahari melalui radiasi.
2. Zona radiatif
Zona radiatif adalah daerah yang menyelubungi inti Matahari. Energi dari inti dalam bentuk radiasi berkumpul di daerah ini sebelum diteruskan ke bagian Matahari yang lebih luar. Kepadatan zona radiatif adalah sekitar 20 g/cm3 dengan suhu dari bagian dalam ke luar antara 7 juta hingga 2 juta derajat Celcius.  Suhu dan densitas zona radiatif masih cukup tinggi, namun tidak memungkinkan terjadinya reaksi fusi nuklir.
3. Zona konvektif
Zona konvektif adalah lapisan di mana suhu mulai menurun. Suhu zona konvektif adalah sekitar 2 juta derajat Celcius (3.5 juta derajat Fahrenheit). Setelah keluar dari zona radiatif, atom-atom berenergi dari inti Matahari akan bergerak menuju lapisan lebih luar yang memiliki suhu lebih rendah.[  Penurunan suhu tersebut menyebabkan terjadinya perlambatan gerakan atom sehingga pergerakan secara radiasi menjadi kurang efisien lagi. Energi dari inti Matahari membutuhkan waktu 170.000 tahun untuk mencapai zona konvektif. Saat berada di zona konvektif, pergerakan atom akan terjadi secara konveksi di area sepanjang beberapa ratus kilometer yang tersusun atas sel-sel gas raksasa yang terus bersirkulasi. Atom-atom bersuhu tinggi yang baru keluar dari zona radiatif akan bergerak dengan lambat mencapai lapisan terluar zona konvektif yang lebih dingin menyebabakan atom-atom tersebut "jatuh" kembali ke lapisan teratas zona radiatif yang panas yang kemudian kembali naik lagi. Peristiwa ini terus berulang menyebabkan adanya pergerakan bolak-balik yang menyebabakan transfer energi seperti yang terjadi saat memanaskan air dalam panci. Oleh sebab itu, zona konvektif dikenal juga dengan nama zona pendidihan (the boiling zone). Materi energi akan mencapai bagian atas zona konvektif dalam waktu beberapa minggu.
4. Fotosfer
Fotosfer atau permukaan Matahari meliputi wilayah setebal 500 kilometer dengan suhu sekitar 5.500 derajat Celcius (10.000 derajat Fahrenheit) Sebagian besar radiasi Matahari yang dilepaskan keluar berasal dari fotosfer. Energi tersebut diobservasi sebagai sinar Matahari di Bumi, 8 menit setelah meninggalkan Matahari.
5. Kromosfer
Kromosfer adalah lapisan di atas fotosfer. Warna dari kromosfer biasanya tidak terlihat karena tertutup cahaya yang begitu terang yang dihasilkan fotosfer. Namun saat terjadi gerhana Matahari total, di mana bulan menutupi fotosfer, bagian kromosfer akan terlihat sebagai bingkai berwarna merah di sekeliling Matahari. Warna merah tersebut disebabkan oleh tingginya kandungan helium di sana.

6. Korona
Korona merupakan lapisan terluar dari Matahari. Lapisan ini berwarna putih, namun hanya dapat dilihat saat terjadi gerhana karena cahaya yang dipancarkan tidak sekuat bagian Matahari yang lebih dalam. Saat gerhana total terjadi, korona terlihat membentuk mahkota cahaya berwarna putih di sekeliling Matahari. Lapisan korona memiliki suhu yang lebih tinggi dari bagian dalam Matahari dengan rata-rata 2 juta derajat Fahrenheit, namun di beberapa bagian bisa mencapai suhu 5 juta derajat Fahrenheit.

Faktor-faktor yang mempengarhi penerimaan intensitas penyinaran matahari:
Sumber panas bagi bumi dan planet-planet lainnya dalam sistem tata surya (solar system) adalah energi matahari. Tinggi rendahnya intensitas penyinaran matahari bergantung pada sudut datang sinar matahari, letak lintang, jarak atau lokasi daratan terhadap laut, ketinggian tempat, dan penutupan lahan oleh vegetasi. Intensitas penyinaran matahari di suatu wilayah dengan wilayah lain lainnya berbeda- beda. Hal ini mengakibatkan suhu udara di setiap wilayah berbeda-beda.
Kondisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan. Jenis spesies tertentu memiliki persyaratan terhadap suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya. Batas suhu maksimum dan minimum bagi persyaratan tumbuh tanaman dan hewan dinamakan toleransi spesies terhadap suhu.










Pengelolan energi matahari:
1. Pembangkit Listrik Tenaga Matahari

Pembangkit Listrik Tenaga Surya, adalah pembangkit yang memanfaatkan
sinar matahari sebagai sumber penghasil listrik. Alat utama untuk menangkap, perubah
dan penghasil listrik adalah Photovoltaic yang disebut secara umum Modul / Panel Solar Cell.
Dengan alat tersebut sinar matahari dirubah menjadi listrik melalui proses aliran-aliran elektron
negatif dan positif didalam cell modul tersebut karena perbedaan electron. Hasil dari aliran
elektron-elektron akan menjadi listrik DC yang dapat langsung dimanfatkan untuk mengisi
battery / aki sesuai tegangan dan ampere yang diperlukan. Rata-rata produk modul solar cell
yang ada dipasaran menghasilkan tegangan 12 s/d 18 VDC dan ampere antara 0.5 s/d 7 Ampere.
Modul juga memiliki kapasitas beraneka ragam mulai kapsitas 10 Watt Peak s/d 200
Watt Peak juga memiliki type cell monocrystal dan polycrystal. Komponen inti dari sistem
PLTS ini meliputi peralatan : Modul Solar Cell, Regulator / controller, Battery / Aki, Inverter
DC to AC, Beban / Load. Perusahaan kami telah mengembangkan beberapa produk PLTS
yang digunakan untuk rumah tangga dengan skala kecil, contoh paket produk kami
adalah Penerangan Listrik Rumah (PLR). Dengan paket produk PLR tersebut dapat
dimanfaatkan untuk para penduduk di Indonesia untuk solusi akan kebutuhan listrik
yang di daerahnya sulit dijangkau listrik PLN atau di daerah pelosok dan produk paket
PLR ini dari waktu ke waktu juga dibutuhkan beberapa konsumen perkotaan dan perusahaan
dengan maksud mengkombinasikan dengan listrik PLN. Rata-rata produk paket PLR ini
digunakan untuk lampu-lampu penerangan di rumah, kantor, tempat ibadah, tempat umum
dengan skala kecil dan menengah dan hasilnya dari penggunaan tersebut kalau dihitung secara
besar diseluruh Indonesia, maka defisit akan listrik PLN akan teratasi karena PLR turut
membantu dalam program penghematan listrik. Bayangkan bila tiap rumah, kantor,
tempat ibadah, tempat umum di seluruh pulau jawa beberapa peralatan lampu penerangannya
diganti / dikombinasi dengan sistem PLTS, maka penghematan dalam listrik PLN akan
terwujud secara nyata. Kalo ragu coba dihitung saja, misal 3 lampu 8 Watt (PLS/Cool day light, lumen cahanya sama dengan lampu pijar 40 Watt)untuk tiap rumah menggunakan PLTS maka, (8 Watt x 3 buah) x 20juta/malam (Perkiraan Pemakai PLN) = 480.000.000 Watt/malam. Bayangkan berapa besar penghematan dalam 1 malam saja!. Kami bukan mempromosikan produk kami agar bisa terjual, cuma kami membantu kelangkaan / kesulitan akan energi khususnya listrik yang semakin lama sulit didapat.
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih diminati karena dapat
digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar, pabrik, perumahan,
dan lainnya. Selain persediaannya tanpa batas, tenaga surya nyaris tanpa dampak buruk
terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya.Di negara-negara industri maju
seperti Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Eropa dengan bantuan subsidi
dari pemerintah telah diluncurkan program-program untuk memasyarakatkan listrik tenaga
surya ini. Tidak itu saja di negara-negara sedang berkembang seperti India, Mongol promosi
pemakaian sumber energi yang dapat diperbaharui ini terus dilakukan. Untuk lebih mengetahui
apa itu pembangkit listrik tenaga surya atau kami singkat dengan PLTS maka dalam tulisan
ini akan dijelaskan secara singkat komponen-komponen yang membentuk PLTS, sistim
kelistrikan tenaga surya dan trend teknologi yang ada.
2. KONSEP KERJA SISTEM PLTS
Pembangkit listrik tenaga surya itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya
matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi dari
sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok
daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi
listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian
yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem sel surya sering
dikatakan bersih dan ramah lingkungan.
Badingkan dengan sebuah generator listrik, ada bagian yang berputar dan memerlukan
bahan bakar untuk dapat menghasilkan listrik. Suaranya bising. Selain itu gas buang yang
dihasilkan dapat menimbulkan efek gas rumah kaca (green house gas) yang pengaruhnya
dapat merusak ekosistem planet bumi kita.
Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya yang digabung dalam hubungkan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang diperlukan. Yang sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30 watt. Modul sel surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari.
Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya itu merupakan rangkaian
elektronik yang mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat mengatur tegangan
aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila tegangan turun sampai 10,8 volt,
maka kontroler akan mengisi aki dengan panel surya sebagai sumber dayanya. Tentu saja
proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung pada saat ada cahaya matahari. Jika
penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari, maka kontroler akan memutus pemasokan
energi listrik. Setelah proses pengisian itu berlangsung selama beberapa jam, tegangan aki itu
akan naik. Bila tegangan aki itu mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan menghentikan
proses pengisian aki itu.
Rangkaian kontroler pengisian itu sebenarnya mudah untuk dirakit sendiri. Tapi, biasanya
rangkaian kontroler ini sudah tersedia dalam keadaan jadi di pasaran. Memang harga
kontroler itu cukup mahal kalau dibeli sebagai unit tersendiri. Kebanyakan sistem sel surya
itu hanya dijual dalam bentuk paket lengkap yang siap pakai. Jadi, sistem sel surya dalam bentuk
paket lengkap itu jelas lebih murah dibandingkan dengan bila merakit sendiri.
Biasanya panel surya itu letakkan dengan posisi statis menghadap matahari. Padahal bumi itu bergerak mengelilingi matahari. Orbit yang ditempuh bumi berbentuk elip dengan matahari  berada di salah satu titik fokusnya. Karena matahari bergerak membentuk sudut selalu berubah, maka dengan posisi panel surya itu yang statis itu tidak akan diperoleh energi listrik yang optimal. Agar dapat terserap secara maksimum, maka sinar matahari itu harus diusahakan selalu jatuh tegak lurus pada permukaan panel surya. Jadi, untuk mendapatkan energi listrik yang
optimal, sistem sel surya itu masih harus dilengkapi pula dengan rangkaian kontroler optional
untuk mengatur arah permukaan panel surya agar selalu menghadap matahari sedemikian
rupa sehingga sinar mahatari jatuh hampir tegak lurus pada panel suryanya. Kontroler seperti ini
dapat dibangun, misalnya, dengan menggunakan mikrokontroler 8031. Kontroler ini tidak
sederhana, karena terdiri dari bagian perangkat keras dan bagian perangkat lunak. Biasanya,
paket sistem sel surya yang lengkap belum termasuk kontroler untuk menggerakkan panel surya
secara otomatis supaya sinar matahari jatuh tegak lurus. Karena itu, kontroler macam ini
cukup mahal.











2. Destilasi Air Kotor

Cara kerjanya adalah sebuah kolam yang dangkal, dengan kedalaman 25mm hingga 50 mm, ditututup oleh kaca. Air yang dipanaskan oleh radiasi matahari, sebagian menguap, sebagian uap itu mengembun pada bagian bawah dari permukaan kaca yang lebih dingin. Kaca tersebut dimiringkan sedikit 10 derajat untuk memungkinkan embunan mengalir karena gaya berat menuju ke saluran penampungan yang selanjutnya dialirkan ke tangki penyimpanan.






3. Kompor Matahari


Prinsip kerja dari kompor matahari adalah dengan memfokuskan panas yang diterima dari matahari pada suatu titik menggunakan sebuah cermin cekung besar sehingga didapatkan panas yang besar yang dapat digunakan untuk menggantikan panas dari kompor minyak atau kayu bakar.Untuk diameter cermin sebesar1,3 meter kompor ini memberikan daya thermal sebesar 800 watt pada panci. Dengan menggunakan kompor ini maka kebutuhan akan energi fosil dan energi listrik untuk memasak dapat dikurangi.







Manfaat penggunaan energi matahari:
1. Energi panas matahari merupakan energi yang tersedia hampir diseluruh bagian permukaan bumi dan tidak habis (renewable energy).
2. Penggunaan energi panas matahari tidak menghasilkan polutan dan emisi yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan.
3. Penggunaan energi panas matahari untuk pemanas air, pengeringan hasil panen akan dapat mengurangi kebutuhan akan energi fosil.
4. Pembanguan pemanas air tenaga matahari cukup sederhana dan memiliki nilai ekonomis
Kerugian penggunaan energi matahari:
1. Sistem pemanas air dan pembangkit listrik tenaga panas matahari tidak efektif digunakan pada daerah memiliki cuaca berawan untuk waktu yang lama.
2. Pada musim dingin, pipa-pipa pada sistem pemanas ini akan pecah karena air di dalamnya membeku.
3. Membutuhkan lahan yang sangat luas yang seharusnya digunakan untuk pertanian, perumahan, dan kegiatan ekonomi lainya. Hal ini karena rapat energi matahari sangat rendah.
4. Lapisan kolektor yang menyilaukan bisa mengganggu dan membahayakan penglihatan, misalnya penerbangan.
5. Sistem hanya bisa digunakan pada saat matahari bersinar dan tidak bisa digunakan ketika malam hari atau pada saat cuaca berawan.
6. Penyimpanan air panas untuk perumahan bukan merupakan masalah, tetapi penyimpanan uap air pada pembangkit listrik memerlukan teknologi yang sulit.

TUGAS GEOGRAFI : SDA MINERAL (XI IPS2) -'ASPA COLLECTION'

TUGAS GEOGRAFI
Sumber Daya Mineral










Disusun Oleh :
Galang Rahadian (1)
M. Zidni Ilma (19)
Martinus Wahu (20)
Mufti Muh . S.K (23)
M. Salahuddin Ayubi (26)

Pengertian Mineral
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi.
Menurut jenisnya kekayaan sumber daya alam mineral dikelompokkan menjadi 2 : mineral energi (minyak dan gas bumi serta panas bumi) dan mineral bahan galian logam/non-logam/industri (pasir timah, sulfur, fosfat, mika, belerang,fluorit, felspar, ziolit dan diatomea, alumunium, emas perak, Nikel, mangan). Dengan itu sumber daya mineral dan energi yang pada umumnya bersifat unrenewable ,
Pengelompokan Mineral
Mineral Bahan Galian Logam
Bahan alian logam pada mulanya terbentuk pada batuan yang mengandung mineral logam(bijih). Bahan galian logam dimanfaatkan sebagai bahan baku utama industri maupun untuk campuran. (Besi, Alumunium, Mangan, Kromium, Titanium, Magnesium, Tembaga, Timah, Seng, Nikel, Molibdenum, Perak, Emas)
Mineral Non-Logam/Bahan galian industri
Bahan galian industri merupakan mineral bukan logan, bukan bahan bakar, dan bukan permata. Bahan ini banyak ditemukan pada permukaan bumi. Bahan galian industry yang berasal pelapukan batuan antara lain (Kaolin, Bentoit, Pasir Kuarsa, Oker, Asbes,). Bahan galian industry ang terbentu secara kimiawi antara lain (Gipsum, Fosfat, Halit, Intan, Belerang) Bahan galian Untuk bangunan antara lain (Granit, Tanah Liat, Batu gamping)
Mineral Energi
Adalah mineral yang dapat digunakan untuk menghasilkan energy. (Minyak bumi, Gas Bumi, Batubara, Panas  Bumi)



Mineral Renewable dan Unrenewable
Renewable
Panas bumi
Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi. Panas bumi adalah sumber daya alam yang dapat diperbarui, berpotensi besar serta sebagai salah satu sumber energi pilihan dalam keanekaragaman energi.
Sinar Matahari
Unrenewable
Pada umumnya sumber daya alam bersifat Unrenewable(Tidak dapat diperbaharui) (Minyak Bumi, Gas Bumi, dan Bahan galian lainnya)
Perbedaan antara mineral organik dan anorganik
Proses sirkulasi air terjadi mulai dari penguapan air di laut dan sungai menjadi awan, kemudian turun ke bumi kembali sebagai air hujan. Ketika hujan jatuh ke permukaan tanah dan menyerap ke dalam, maka air yang tadinya adalah berupa molekul-molekul H2O saja, mulai membawa berbagai kandungan zat yang ada dalam tanah, diantaranya yaitu berupa mineral-mineral. Baik itu mineral organik maupun mineral anorganik.
Berikut adalah tinjauan singkat atas perbedaan antara keduanya :
Mineral Organik – Di dapat dari sumber yang hidup atau mempunyai kehidupan, mengandung karbon dan dapat membawa kehidupan bagi sel-sel di dalam tubuh. Mineral organik umumnya berasal dari susu dan tumbuh-tumbuhan, seperti sayuran, kacang-kacangan dan buah-buahan.
Mineral Anorganik (bukan organik) – Dari sumber yang tidak hidup, tanpa karbon dan tidak dapat membawa kehidupan sel. Mineral anorganik umumnya berasal dari dalam tanah, mineral ini tidak dapat dimanfaatkan oleh manusia atau binatang, tetapi tumbuhan dapat memprosesnya. Tumbuhan akan menyerap mineral anorganik dari dalam tanah melalui akarnya dan melalui proses fotosintesis diubah menjadi mineral organik.
Mineral anorganik yang masuk kedalam tubuh manusia tidak dapat diproses dan akan dikeluarkan kembali melalui air seni. Dan hal ini tentu akan memperberat kerja ginjal.
Macam-macam mineral anorganik dalam air misalnya Kalsium Karbonat (CaCo3), Besi (Fe), Mangan (Ma), Natrium (Na), dll.
Dr Norman W. Walker, dalam salah satu bukunya tentang masalah air, mengatakan bahwa orang yang minum air dua gelas besar per hari dalam 70 tahun kehidupannya, akan ada total 17.000 liter air. Dan jika tidak di saring , akan mempunyai cadangan mineral anorganik seperti Kalsium Karbonat, magnesium dan mineral lainnya yang tidak dapat digunakan oleh tubuh. Sebagian besar mineral anorganik tersebut akan dikeluarkan dari tubuh setelah diproses oleh ginjal. Ada yang dapat dikeluarkan secara tuntas, tetapi bila tidak; hal inilah yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit

  Proses Terbentuknya Mineral
Endapan mineral yang berasal dari kegiatan magma atau Proses pembentukan endapan mineral dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu proses internal atau endogen dan proses eksternal atau eksogen.
Dipengaruhi oleh faktor endogen disebut dengan endapan mineral primer. Sedangkan endapan mineral yang dipengaruhi faktor eksogen disebut dengan endapan sekunder, membentuk endapan plaser, residual, supergene enrichment, evaporasi/presipitasi, mineral-energi (minyak&gas bumi dan batubara).
Proses Internal Atau Endogen Pembentukan Endapan Mineral Yaitu Meliputi:
1. Kristalisasi dan segregrasi magma: Kristalisasi magma merupakan proses utama dari pembentukan batuan vulkanik dan plutonik.
2. Hydrothermal: Larutan hydrothermal ini dipercaya sebagai salah satu fluida pembawa bijih utama yang kemudian terendapkan dalam beberapa fase dan tipe endapan.
3. Lateral secretion: merupakan proses dari pembentukan lensa-lensa dan urat kuarsa pada batuan metamorf.
4. Metamorphic Processes: umumnya merupakan hasil dari kontak dan regional metamorphism.
5. Volcanic exhalative (= sedimentary exhalative): Exhalasi dari larutan hydrothermal pada permukaan, yang terjadi pada kondisi bawah permukaan air laut dan umumnya menghasilkan tubuh bijih yang berbentuk stratiform.
Proses eksternal atau eksogen pembentukan endapan mineral yaitu meliputi:
1. Mechanical Accumulation: Konsentrasi dari mineral berat dan lepas menjadi endapan placer (placer deposit).
2. Sedimentary precipitates: Presipitasi elemen-elemen tertentu pada lingkungan tertentu, dengan atau tanpa bantuan organisme biologi.
3. Residual processes: Pelindian (leaching) elemen-elemen tertentu pada batuan meninggalkan konsentrasi elemen-elemen yang tidak mobile dalam material sisa.
4. Secondary or supergene enrichment: Pelindian (leaching) elemen-elemen tertentu dari bagian atas suatu endapan mineral dan kemudian presipitasi pada kedalaman menghasilkan endapan dengan konsentrasi yang lebih tinggi.
Daerah Persebaran Mineral
1. Tambang minyak di pulau Sumatera terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatera Utara (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera Selatan (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim).
2. Penambangan bauksit berada di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).
3. Penambangan batu bara terdapat di Sumatera Barat (Ombilin, Sawahlunto), Sumatera Selatan (Bukit Asam, Tanjungenim), Kalimantan Timur
(Lembah Sungai Berau, Samarinda), Kalimantan Selatan (Kotabaru/Pulau Laut), Kalimantan tengah (Purukcahu), Sulawesi Selatan (Makassar), dan Papua (Klamono).
4. Ditambang dari daerah Jawa Barat (Gunung Patuha), Jawa Timur (Gunung Welirang).
5. DSB
Manfaat dan Fungsi Mineral
Manfaat
Untuk Perhiasan
Banyak mineral yang dimanfaatkan sebagai perhiasan walaupun penggunaannya sering setempat-tempat atau dalam satu lokasi.
Kalsit, dalam bentuk pualam atau aventurine.
Serpentin, yang hijau atau hijau kekuning-kuningan paling banyak digunakan.
Lazurit, merupakan mineral utama dalam lapis lazuli, berwarna biru tua.
Rhodonit, banyak dipakai karena warnanya merah muda.
Gips, yang digunakan adalah varitas alabaster dan satin spar.
Yade, dapat berupa mineral jadeit (sejenis piroksen) atau nephrit (salah satu jenis amphibole). Mengingat sifatnya yang keras dan warnanya banyak digunakan sebagai bahan ukiran, di RRC banyak digunakan sebagai bahan dalam pembuatan barang ukiran (batu giok).
Untuk Pembuatan Kapur dan Semen
Kalsit, dalam batuan kapur digunakan sebagai bahan dalam industri semen.
Gips, digunakan dalam bentuk bubuk gips sebagai pelapis penyangga bagi pasien cidera patah tulang, sebagai campuran bahan dalam industri semen.
Untuk Penggosok
Suatu mineral dapat kita jadikan sebagai bahan penggosok dengan menimbang kekerasan dan bentuk permukaannya. Seperti intan (kekerasan 10), korund (kekerasan 9), kwarts (kekerasan 7), diatomit dan lainnya.
Untuk Campuran atau FLUX
Kalsit, digunakan dalam proses peleburan.
Flourit, digunakan dalam industry baja.
Kwarts, digunakan dalam peleburan tembaga.
Untuk Bahan Tahan Api
Magnesit,yang telah dipanasi dan mengandung kurang dari 1 % CO2 banyak digunakan untuk pembuatan “batu bata” yang tahan api.
Dolomit, seperti pada magnesit tetapi lebih murah harganya (mengandung CO3).
Kyanit, Andalusit, Dumortierit, banyak digunakan untuk pembuatan porselin yang tahan suhu tinggi, seperti untuk pembuatan busi, untuk kepentingan laboratorium dan lain-lain.
Grafit, yang dicampur bahan lempung tahan api dimana banyak digunakan dalam industry baja, dalam bentuk cetakan atau cawan-cawan.

Untuk Alat Optik dan Ilmu Pengetahuan
Kwarts
- dalam bentuk komparator bagi perlengkapan mikroskop polarisasi.
- untuk perlengkapan di radio mengingat sifat piezoelektrisitetnya.
- untuk pembuatan lampu.
Flourit
- untuk pembuatan lensa-lensa guna menghindari adanya aberasi sferis dan aberasi chromatis (spherical and chromatical aberation).
- untuk alat optic terutama untuk pembuatan prisma – prisma bagi spektograf karena memerlukan bahan yang dapat meneruskan sinar ultra violet dan infra merah.
Kalsit
- untuk pembuatan prisma nikol guna mendapatkan cahaya tertutup lurus dalam mikroskop polarisasi.
Gips
- untuk pembuatan komparator gips digunakan varitas SELENIT.
Mika
- Untuk pembuatan komparator mika.
Turmalin
- untuk alat yang berguna untuk mendapatkan cahaya tertutup lurus karena penyerapan selektif.
Untuk Pembuatan Pupuk Buatan
Apatit dan Collophanit, banyak dipertambangkan untuk pembuatan pupuk yang mengandung fosfor.
Sylvit, untuk pembuatan pupuk yang mengandung kalium.
Sodaniter, untuk pembuatan pupuk yang mengandung nitrogen.
Kalsit, yang berupa batuan kapur untuk menetralkan tanah-tanah yang asam seperti tanah gambut.
Gips, digunakan sebagai bahan perekat untuk daerah-daerah yang kering.
Untuk Pewarna
Limonit (berwarna kuning atau coklat) dan Hematit (yang berwarna merah) banyak digunakan untuk pemberian warna pada cat plaster, karet, dan lain-lain. Oker kuning ialah limonit yang tercampur lempung dan bahan kwarts, warna oker akan lebih tua kalau kadar oksida besinya lebih tinggi. Yang digunakan ialah jenis-jenis yang lunak, karena harus dihaluskan terlebih dahulu sebelum digunakan.
Untuk Industri Kimia
Halit, sebagai penghasil Na dan Cl serta untuk pembuatan macam-macam soda seperti bikarbonat, caustic soda dll.
Belerang, banyak digunakan untuk pembuatan asam belerang, pupuk, insektisida dll.
Lithium, digunakan di kalangan farmasi seperti pembuatan air-lithium (lithis water). Khlorida dan fluoridanya digunakan sebagai flux, hidroksidanya untuk pabrik krayon, boratnya untuk gigi palsu dll.
Borax dan Asam Borax, digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan borax dan asam borax.
Strontium, banyak digunakan di pabrik-pabrik gula biet, pabrik petasan.
Fungsi dan Sumbernya
1. Kalsium (Ca)
Sumber : Susu, telur dan buah-buahan.
Fungsi : Pembentukan tulang dan gigi
2. Fosfor (P)
Sumber : Daging, ikan dan telur
Fungsi : Pembentukan tulang dan gigi serta mengatur keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.
3. Besi (Fe)
Sumber : Susu, hati, kuning telur dan sayur-sayuran yang berwarna hijau.
Fungsi : Pembentukan hemoglobin dalam darah.
4. Fluorin (F)
Sumber : Kuning telur, susu dan otak
Fungsi : Memperkuat gigi
5. Iodin (I)
Sumber : Garam dapur
Fungsi : Membentuk hormone tiroksin.
6. Natrium (Na)
Sumber : Ikan, pisang, kentang dan sayuran hijau
Fungsi : Mengatur kelancaran kerja otot, terutama otot jantung dan mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh.
7. Klorin (Cl)
Sumber : Garam dapur, keju dan sayuran hijau
Fungsi : Membentuk asam lambung(HCL) dan memelihara keseimbagan cairan dalam tubuh
8. Kalium (K)
Sumber : Kacang-kacangan. Hati, ikan dan kerang.
Fungsi : Mempengaruhi kerja otot jantung, mengatur tekanan osmosis dalam sel dan membantu mengantarkan impuls saraf.
9. Tembaga (Cu)
Sumber :
Fungsi : Membantu pembentukan hemoglobin
10. bauksit
Fungsi : Sebagai bahan dasar pembuatan alumunium.
11. Marmer
Fungsi : Untuk bahan bangunan rumah atau gedung
12 .Belerang
Sumber : Dari Endapan Vulkanis
Fungsi : Untuk bahan obat penyakit kulit dan korek api
13. Yodium
Fungsi : Untuk obat dan peramu garam dapur beryodium
14. Grafit
Fungsi : untuk membuat pensil
15. Fosfat
Sumber : Dari reaksi antara kotoran kelelawar dengan batu kapur.Fungsi : Untuk Campuran Pupuk
Dampak Pengeploitasi Besar-Besaran
sumber daya mineral memiliki dampak lingkungan dalam bentuk polusi dan penipisan sumberdaya alam. Pada proses di mana pertambangan terjadi di tempat-tempat yang ekosistemnya rentan (misalnya pertambangan di wilayah hutan lindung), maka eksploitasi sumberdaya mineral akan berdampak pada ekosistem tersebut. Dampak lingkungan ini terjadi baik pada saat penambangan (minyak, gas bumi, dan mineral), pengolahannya, pengangkutannya, transformasinya dari energi primer menjadi energi sekunder, serta penggunaannya oleh konsumen di berbagai sektor. Dampak lingkungan dari proses ekstraksi di antaranya adalah masalah tailing, pencemaran hidrokarbon, merkuri, dan bahan beracun dan berbahaya (B3) lainnya di laut dan sungai, serta masalah lainnya.

Dampak lingkungan kegiatan ekstraksi, pemrosesan, dan pemanfaatan sumber daya mineral unrenewable

Pemeliharaan
undang-undang pasal 10 UU 22/1999
Kemampuan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam
Kesadaran masyarakat akan sumber daya alam itu akan habis
Tertatanya kawasan tambang sesuai kaidah tehnik penambangan.
Penegakan terhadap peraturan dan perundang-undangan sumber daya alam pertambangan dan energi.

SESI TANYA JAWAB :
1. Pertanyaan dari Gilang Garias. A. C
    Apa yang dimaksud dengan pelindian?
    Jawab:
    Pelindian adalah pengikisan yang terjadi pada permukaan mineral yang berbentuk batuan.
2. Pertanyaan dari M. Ivan Kurniawan
    Kenapa air mineral mengambilnya dipucuk gunung?
    Jaawab:
  Karena disekitar pegunungan terdapat air yang lebih jernih dan memiliki kualitas yang lebih
  baik dari pada daerah daratan rendah yang banyak pemukimannya.                    
3. Pertanyaan dari ndaru
    Bagaimana cara menyadarkan masyarakat bahwa mineral itu penting?
    Jawab:
    Dengan cara melakukan penyuluhan ke masyarakat akan kegunaan dari mineral tersebut.
4. Pertanyaan dari nabela
    Dampak penambangan bagi manusia?
    Jawab :
    Apabila manusia menggunakan air yang telah tercemar, akan terkena penyakit bermacam-
    macam. Seperti gatal-gatal, keracunan, dan lain-lain.
5. pertanyaan dari adnan
   Dampak ketidak seimbangan penambangan bagi rotasi bumi?
   Jawab :
   Dampak yang di timbulkan bagi rotasi bumi tidak ada, atau tidak mempengaruhi rotasi bumi.



6. Pertanyaan dari lintang
   Apakah ada perbedaan mineral bumi dan yang ada di pelanet lain?
   Jawab :
   Ada, yaitu mineral tiberium.
7. Pertanyaan dari Laras
    Apa manfaat dari belerang dan kandungannya??
   Jawab :
   Untuk kecantikan,obat kulit, dan mengandung zat putih.

   

TUGAS GEOGRAFI : SDA FLORA (XI IPS3) -'ASPA COLLECTION'

Makalah Geografi
Sumber Daya Alam Flora


Disusun oleh :
Oktafianingsih (XI IPS3/05)
Ribka Ambarwati (XIIPS3/15)
Ristra Resmi Ciptaningtyas (XI IPS3/19)
Suzana Nurjaya Widiastuti (XI IPS3/25)
Yuli Sutanti (XI IPS3/31)


SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL
YOGYAKARTA
2012
SumberDayaAlam Flora
1. Sumber Daya Alam (SDA) adalah semua yang ada di alam, baik berupa makhluk hidup (biotik) ataupun benda mati (abiotik), yang ada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.Contoh: hewan, tumbuhan, bahan tambang
2. SDA Flora adalah semua kekayaan alam yang berupa tumbuh-tumbuhan yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai bahan pangan.
3. SDA Flora dibagi menjadi 3 yaitu:
Pertanian:terdiri dari holtikultura, lahan basah dan lahan kering
Perkebunan: terdiri dari tanaman musiman dan tanaman tahunan
Kehutanan
4. Pertanian dibagi menjadi:
Lahan kering
Dibagi menjadi:
Pekaranganmerupakan lahan kecil yang terletak di sekitar rumah dan hasil yang dihasilkan dari tumbuhan yang tumbuh di pekarangan dimanfaatkan/dikonsumsi secara pribadi.
Tegalanadalah usaha pertanian di lahan yang kering. Dalam sistem tegalan kebutuhan air sangat bergantung pada air hujan.
Ladang/Huma ialah mengolah lahan dengan cara membuka hutan/semak belukar. Hutan yang dijadikan ladang hanya dapat ditanami beberapa kali setelah berkurang kesuburannya. Lahan ladang akan ditinggalkan dan mencari/membuka hutan lain.
Usaha persawahan (lahan basah) yang dilakukan oleh rakyat terdapat beberapa cara, diantaranya:
Sawah Irigasiadalah sawah yang memperoleh pengairan secara teratur dari sistem irigasi sehingga tidak bergantung pada turunnya hujan. Produksi sawah irigasi mencapai 3 kali panen dalam satu tahun.
Sawah Lebakadalah sawah yang terdapat di sebelah sisi kanan dan kiri sebuah sungai. Petani baru bisa menanam ketika air sungai meluap dan tidak bisa kembali karena daratan lebih rendah dibandingkan sungai dan akhirnya air tersebut terkumpul dan menjadi rawa.
Sawah Tadah Hujan adalah sawah yang sisterm pengairannya sangat bergantung pada air hujan. Sawah tadah hujan pada umumnya hanya dipanen setahun sekali.
Sawah Pasang Surutadalah sawah yang biasanya terletak di muara sungai dan di pinggir pantai. Sawah pasang surut baru bisa ditanami padi pada saat air surut. Biasanya air tersebut berupa air payau yang terjadi akibat bercampurnya luapan air sungai yang tawar dengan air laut yang asin dan tumpah ke daratan sekelilingnya dan tidak bisa kembali ke sungai pada saat surut dan menjadi rawa air payau.
Tanaman Holtikultura adalah tanaman yang terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan bunga-bungaan.
5. Perkebunan
Terdiri menjadi:
Tumbuhan Tahunan
Berdasarkan siklus hidupnya, tumbuhan tahunan adalah tumbuhan yang dapat meneruskan kehidupannya setelah bereproduksi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih daripada dua tahun.Banyak diantaranya berupa pohon, meskipun terdapat pula terna atau semak.Untuk mengatasi tantangan lingkungan, tumbuhan tahunan mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, sperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, ataupun menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkunagn yang ekstrem.
Tumbuhan Musiman
Tumbuhan semusim atau tanaman semusim merupakan istilah agrobotani bagi tumbuhan yang dapat dipanen hasilnya dalam satu musim tanam.Dalam pengertian botani, dapat diartikan sebagai tumbuhan yang menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam rentang waktu setahun.Annual plant dapat diartikan sebagai satu musim atau tahap dalam setahun.Dalam pertanian di daerah beriklim sedang, yang dimaksud semusim adalah apabila tanaman yang dimaksud tidak perlu mengalami musim dingin bagi pembungaannya.Sejumlah tumbuhan dari daerah beriklim sedang atau tumbuhan gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem.Mereka menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam waktu sangat singkat (4 hingga 8 minggu). Perilaku musiman ini diatur secara  hormonal dan dipengaruhi oleh suhu udara, panjang hari, serta ketersediaan air di tanah.
Dibagi menjadi:
Perkebunan Besar
Merupakan perkebunan yang dilakukan di lahan yang luas oleh perusahaan swasta/BUMN.
Ciri-ciri:
Management teratur
Lahan sangat luas
Modal besar
Dikerjakan secara mekanis dan intensif
Jumlah tenaga kerja relatif lebih sedikit
Perkebunan Rakyat
Merupakan perkebunan yang diusahakan oleh penduduk dan biasanya dikerjakan secara tradisional serta pada lahan perkebunan yang tidak terlalu luas
Ciri-ciri:
Lahan relatif sempit
Modal relatif sedikit
Peralatan sederhana
Dikelola secara sederhana
Tenaga kerja sedikit
Contoh Hasil Perkebunan Secara Umum:
Karet
Kopi
Teh
Kina
Kelapa
Lada
Cengkeh
Pala
Kapuk
Randu
Kayu manis
Tebu
6. Kehutanan
Hutan merupakan SDA yang dapat diperbarui walaupun relatif lama.
Dilihat dari keanekaragamannya hutan dapat kita digolongkan kedalam beberapa bentuk, hal ini untuk mempermudah bagi tujuan pengelolaan hutan, adapun pembagian tersebut menurut hal-hal berikut ini : susunan jenis; kerapatan tegakan; komposisi umur; dan tipe hutan. Di Indonesia cara yang lebih lazim digunakan untuk tipe hutan ialah pembagian besar berdasarkan formasi hutan, yaitu suatu kelompok vegetasi yang mempunyai bentuk (life form) yang sama. Didasarkan faktor edafis dan iklim, ekosistem hutan Indonesia dapat dibedakan menjadi :
Hutan Tropis
Hutan Musim
Hutan Bakau
Hutan Rawa
Hutan Pantai
Hutan Gambut.

Hutan Tropis (Tropical Rain Forest)
Tropical Rain Forest adalah hutan yang memiliki curah hujan yang tinggi (200-225 cm/tahun), bersuhu 18˚-37 ˚C, memiliki kelembaban 80% dan berkabut tebal.
Di Tropical Rain Forest, tumbuhan yang berdaun lebat membentuk sebuah canopy raksasa yang melindungi satwa yang hidup di bawahnya dan juga menyebabkan pada bagian dasar dari Tropical Rain Forest hanya mendapatkan sedikit cahaya matahari
Hutan hujan dataran rendah tropika ini ditemukan baik di kawasan Malesia maupun di Amerika tropis; namun kemungkinan tidak terbentuk di Afrika. Di luar wilayah Malesia, hutan-hutan ini di Asia didapati sedikit-sedikit di sekitar Assam dan Burma, sepanjang jalur sempit di Ghats Barat (India), Kepulauan Andaman, di perbatasan Thailand dengan Kamboja, di Cina selatan, Hainan dan Taiwan, serta di Pasifik di Kepulauan Melanesia dan mungkin pula Mikronesia.
Hutan Musim
Hutan Musim adalah hutan yang mengalami 4 musim (spring, summer, fall/autumn, winter) atau juga bisa diartikan sebagai hutan dengan curah hujan tinggi namun punya periode musim kemarau yang panjang yang menggugurkan daun di kala kemarau menyelimuti hutan.
Biasanya jarak antar pohon tidak terlalu rapat, jumlah spesiesnya sedikit, menggugurkan daunnya saat musim kemarai, dan juga tumbuhannya homogen.
Hutan gugur daun yang paling beraneka ragam dijumpai di Meksiko bagian selatan dan di dataran rendah Bolivia. Di samping itu, banyak kawasan hutan gugur daun tropika yang dihuni spesies-spesies yang unik dan endemik, seperti halnya di pesisir Pasifik di barat-laut Amerika Selatan, di wilayah subtropika Amerika Serikat, dan di Afrika bagian tenggara. Hutan-hutan monsun di India tengah dan Indocina terkenal karena keragaman fauna vertebratanya.Sementara hutan-hutan yang serupa di Madagaskar dan Kaledonia Baru dikenal luas karena dihuni oleh banyak taksa yang khas, endemik, serta bersifat reliktual.
Di Kepulauan Nusantara, terdapat pula sebuah sabuk hutan musim tropika, yang melintas di kurang lebih kawasan Wallacea—dari Kepulauan Filipina di sebelah utara, melintasi Sulawesi dan sebagian Maluku, menyeberang ke selatan hingga wilayah Nusa Tenggara, Bali dan Jawa. Keringnya wilayah-wilayah ini terutama disebabkan oleh angin monsun yang membawa perbedaan musiman yang jelas dalam jumlah curah hujan bulanan
Hutan Mangrove
Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut.Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanyadarihulu..
Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika.
Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding dkk, 1997 dalam Noor dkk, 1999).
Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan.Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.
Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.
Hutan Rawa (Swamp Forest)
Menyebar sepanjang muara sungai yang selalu atau berkala dipengaruhi limpasan air dari sungai dan air hujan dengan luas + 5.185.500 hektar (BAPPENAS, 2004). Ciri umum hutan ini antara lain adalah:
Tidak terpengaruh iklim
Tanah tergenang air tawar
Umumnya terdapat di belakang hutan payau
Tanah rendah
Tajuk terdiri dari beberapa strata
Pohon dapat mencapai tinggi 50 - 60 m
Umumnya dapat dijumpai di Sumatera dan Kalimantan mengikuti sungai-sungai besar.
Hutan Gambut (Peat Swamp Forest)
Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tetumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandunganbahanorganiknyatinggi[. Sebagai bahan organik, gambut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Volume gambut di seluruh dunia diperkirakan sejumlah 4 trilyun m³, yang menutupi wilayah sebesar kurang-lebih 3 juta km² atau sekitar 2% luas daratan di dunia, dan mengandung potensi energi kira-kira 8 miliar terajoule
Deposit gambut tersebar di banyak tempat di dunia, terutama di Rusia, Belarusia, Ukraina, Irlandia, Finlandia, Estonia, Skotlandia, Polandia, Jerman utara, Belanda, Skandinavia, dan di Amerika Utara, khususnya di Kanada, Michigan, Minnesota, Everglades di Florida, dan di delta Sungai Sacramento-San Joaquin di California. Kandungan gambut di belahan bumi selatan lebih sedikit, karena memang lahannya lebih sempit; namun gambut dapat dijumpai di Selandia Baru, Kerguelen, Patagonia selatan/Tierra del Fuego dan Kepulauan Falkland.
Sekitar 60% lahan basah di dunia adalah gambut; dan sekitar 7% dari lahan-lahan gambut itu telah dibuka dan dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian dan kehutanan. Manakala kondisinya sesuai, gambut dapat berubah menjadi sejenis batubara setelah melewati periode waktu geologis.
Umumnya dapat dijumpai di daerah tanah bergambut dengan luas + 16.973.000 hektar (Wetland, 2002; dalam BAPENAS, 2004) . Ciri umum ekosistem hutan ini antara lain adalah : 1) Iklim selalu basah; 2) Tanah tergenang air gambut, lapisan gambut 1 - 20 m; 3) Tanah rendah rata; dan 4) umumnya dapat dijumpai di Kalimantan Barat dan Tengah, Sumatera Selatan dan Jambi. Spesies yang terpenting adalah Gonystylus bancanus di Kalimantan dan Camnospermae macrophylum di Sumatera.
Hutan Pantai (Coastal Forest)
Hutan pantai, menyebar di sepanjang pantai yang tidak tergenang oleh pasang surut air laut dengan luas + 3,3 juta hektar. Ciri umum ekosistem ini antara lain adalah : 1) Tidak terpengaruh iklim; 2) Tanah kering (tanah pasir, berbatu karang, lempung); 3) Tanah rendah pantai; 4) Pohon kadang-kadang ditumbuhi epyphit; dan 5) dapat dijumpai terutama di pantai selatan P. Jawa, pantai barat daya Sumatera dan pantai Sulawesi. Berdasarkan susunan vegetasinya, ekosistem hutan pantai dapat dibedakan menjadi 2, yaitu formasi Pres-Caprae dan formasi Baringtonia.
Formasi Pres-Caprae; Pada formasi ini, tumbuhan yang dominan adalah Ipomeea pres-caprae, tumbuhan lainnya adalah Vigna, Spinifex littoreus (rumput angin), Canavalia maritime, Euphorbia atoto, Pandanus tectorius (pandan), Crinum asiaticum (bakung), Scaevola frutescens (babakoan).
Formasi Baringtonia; Vegetasi dominan adalah pohon Baringtonia (butun), tumbuhan lainnya adalah Callophylum inophylum (nyamplung), Erythrina, Hernandia, Hibiscus tiliaceus (waru laut), Terminalia catapa (ketapang).
Hutan Berdasarkan Manfaat
Dibagi menjadi:
Hutan Produksi adalah hutan yang hasilnya dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan baku produksi.
Hutan Lindung adalah hutan yang dimaksudkan untuk keperluan perlindungan alam dan juga kelestarian lingkungan.
Hutan Rekreasi adalah hutan yang dikhususkan/sengaja dipergunakan bagi kepentingan rekreasi agar daerah rekreasi selalu sejuk dengan pemandangan alam yang indah.
Hutan Suaka Alam adalah hutan yang berfungsi melindungi tumbuh-tumbuhan yang sudah langka dan dikhawatirkan akan punah.
Hutan Suaka Margasatwa adalah hutan yang berfungsi untuk melindungi hewan-hewan dan habitatnya yang sudah langka dan dikhawatirkan akan punah
Taman Nasional adalah tempat pengelolaan terpadu yang meliputi perlindungan, pengawetan, pelestarian dan pemanfaatan sumber daya hayati.
Orologis adalah fungsi hutan sebagai pelindung tanah dari erosi dan longsor.
Klimatologis adalah fungsi hutan sebagai pelindung udara dari polusi dan sebagai pernghasil O2
Hidrologis adalah fungsi hutan sebagai pelindung tata air (reservoir air dunia/cadangan air dunia)
Hasil hutan si Indonesia
Kayu
Rotan
Bambu